Menunggu Disayup rindu 6 - Belajar untuk merasakan
Senin, September 14, 2009Saatnya kita mulai untuk merasakan. Merasakan apa yang mungkin saat ini tidak pernah kita rasakan. Aku seringkali merenungi hal ini dan ramadhan ini kembali membuat ku belajar. Belajar untuk merasakan. Ternyata begitu banyak hal yang belum bisa ku rasakan ketika orang lain telah dapat merasakannya. Penderitaan, air mata, kesulitan, kekurangan, kepergian, kehilangan, dan begitu banyak sehingga tak dapat di ungkapkan.
Dengan merasakan…
Hari ini masih merenungi perjalanan ini. Perjalanan belajar merasakan sesuatu yang belum pernah aku rasakan. Bagaimana suatu ketika di kota Medan ketika saya sibuk dengan urusan chek up kesehatan dan kuliah yang harus segera dituntaskan hari iu juga seorang anak kecil memberhentikan motorku dan berkata “bg boleh menumpang sampai ke simpang sana”, sejenak menghiraukan anak tersebut karena akupun di kejar waktu namun saat itu hati berdetak. Aku mencoba merasakan, merasakan bahwa apabila suatu saat nanti aku menikah dan di karuniai seorang anak kemudian mengalami kesulitan, lalu siapakah yang dapat membantunya???kemudian keberhentikan motor dan kuterima anak itu. Dia sangat senang ketika sambil mengantar kami sambil bercerita. Ketika sampai pada tujuan sebuah ucapan terima kasih dan senyuman kepadaku membuat aku merasakan bahkan pasukan kecil ku nanti pasti akan lebih hebat darinya. insyaAllah. Aku belajar merasakan.
Kembali di suatu malam di kota medan, di saat aku butuh bantuan karena sakit yang sedang meradang, seorang abi yang sangat kalem, sopan, penuh senyuman dengan senang hati membantuku dan menemaniku untuk berobat di sebuah rumah sakit. Setelah selesai beliaupun mau mengantarkan ku pulang. Kemudian hati ini kembali belajar untuk merasakan bagaimana seorang abi yang sudah cukup larut malam di saat anak-anak dan istrinya menungu d rumah dengan harapan bisa segera berkumpul dengan dengan abi yang mereka cintai. Akupun menolak sembari memanggil becak untuk mengantarkanku pulang. Hingga saat terakhir sang abi terus menanyakan agar mau di antarkan olehnya. Aku tetap keukeh bahwa ada yang lebih membutuhkan beliau di rumah. Dan sang abipun melepaskanku dengan salam sembari sebuah senyum yang selalu membekas dalam diriku bahwa ukhuwah itu sangat indah… Subhanallah. (Terima kasih Pak wid).
Begitu banyak hal yang belum bisa kurasakan tapi saat ini aku sedang belajar untuk merasakan. Dengan merasakan aku memahami, dengan merasakan aku mengerti kemana arah perjalanan ini. Dengan balajar merasakan aku bisa memposisikan diriku seandainya aku berapa pada posisi orang lain yang sedang menjalani sebuah perjalanan.
Ramadhan untuk merasakan….
Ramadhan ini ku ingin dapat kujalani dan kulalui penuh dengan makna. Tak ingin kusiakan lagi setiap detik kesempatan yang ada di ramadhan ini untuk tidak merasakan. Aku belajar merasakan bagaimana seorang ibu meminta-minta tapi tak ada yang member sehingga hati ini mecoba merasakan seandainya itu adalah ibu tentu aku akan menangis melihat perjuangannya demi kebahagiaan ku saat ini. Kemudian akupun melayani ibu tersebut. Aku balajar merasakan dan ramadhan ini aku telah banyak belajar untuk merasakan.
Harapan merasakan…..
Hal ini selalu ada dalam benakku. Aku selalu punya harapan ketika aku dapat belajar merasakan apa yang belum pernah aku rasakan. Aku berharap suatu saat ketika kenikmatan ini ini di cabut dari ku ada pula orang lain yang dapat belajar untuk merasakan apa yang aku rasakan, ketika nanti anak-anakku sudah lagi tak dapat kehidupan yang layak, ketika orang tuaku sudah tua renta dan tak ada yang menemaninya, ketika aku sudah tak mampu lagi untuk memikul semua beban yang ada. Aku akan terus belajar untuk merasakan….
Sudah adzan….
Kembali aku merasakan. Adzan zuhur telah memanggil ku. Sebentar lagi aku akan melangkah mengambil air untuk sebuah kesyukuran ku. Tapi begitu banyak orang di sekeliligku tak ada yang bergerak, apakah suara panggilan itu tidak begitu berarti begi mereka… Kembali aku belajar untuk merasakan seandainya itu aku maka tentulah aku akan menjadi bagaian dari orang yang lalai. Aku akan mengingatkan mereka dengan seruan yang telah terdengar. Dan berharap jika nanti hidayah ini di cabut dari ku, akan ada orang yang belajar merasakan untuk mengingatkanku.
Afwan jidan…..
Menunggu Disayup Rindu - faguza
Jangan Menjadi Mendadak Ramadhan
Senin, Agustus 17, 2009Bismillahhirahmanirrahim
Puasa ramadhan akan kita jelang beberapa hari lagi. Kita mencoba melihat kembali kebelakang, ramadhan tahun yang lalu. Kita mencoab bertanya, bagaimana kondisi ramadhan kita tahun lalu? Sudahkah ramadhan Tahun lalu menjadi cambuk bagi kita untuk melakukan perbaikan pada Ramadhan tahun ini???
Jika kita mau belajar dari para salafus shalih (ulama-ulama terdahulu) bagaimana mereka menyiapkan puasa ramadhannya, sungguh dengan sebuah persiapan yang sangat matang. Mereka para salafus shalih selalu terbiasa dalam menyiapkan ramadhan 6 bulan sebelum ramadhan tersebut akan datang. Lalu apa yang mereka lakukan dengan persiapan yang cukup lama tersebut??? Para salafus shalih menyiapkan ramadhan dalam kurun waktu yang cukup lama karena mereka melakukan persiapan yang bertahap sehingga mereka mengharapkan pada ramadhan nantinya tidak menjadi mendadak ramadhan dengan perencanaan selama 6 bulan sebelum ramadhan. Pada 3 bulan pertama para salafus shalih mencoba meriview kembali dan mengevaluasi kembali ramadhan yang telah mereka lakukan pada tahun lalu, program-porgram apa saja yang mungkin terlupakan pada ramadhan sebelumnya, apasaja kesalahan-kesalahan yang mereka pada ramadhan tahun lalu. Kemudian pada 3 bulan selanjutnya para salafus shalih menyiapkan progam-program apa saja yang akan mereka lakuakna pada ramadhan nantinya yang akan segera datang dengan melakukan diklat pada 3 bulan menjelang rmadhan tersebut.
Kemudian jika kita mau belajar dari ulama dan imam mazhab besar yaitu Imam Syafi'i, sebagaimana yang kita ketahui bahwa negeri yang kita cintai ini banyak menganut pada mazhab beliau. Beliau (Imam Syafi'i) setiap kali ramadhan dapat mengkhatamkan al quran 2 (dua) kali dalam sehari pada bulan ramadhan. Jika kita melihat fenomena ini, tentulah ini merupakan sebuah fenomena yang sangat luar biasa. Tapi apakah Imam Syafi'i melakukannya tanpa terlebih dahulu mendiklat dirinya sebelum ramadhan menjelang sehingga ketika ramadhan datang hal tersebut dapat diraih dengan tidak terlalu sulit. Tentunya ini sangat mustahil dilakukan oleh Imam Syafi'i jika tanpa ada latihan sebelumnya. Subhanallah.
Seorang ulama lulusan Al Azhar Kairo Mesir pernah bercerita, ketika kita berada di sana kita akan merasakan suasa penyambutan ramadhan yang sangat luar biasa. Jika kita mendatangi rumah-rumah ulama0ulama yang ada di mesir maka diding rumah mereka dipenuhi dengan tempelan-tempelan yang bertuliskan "Ahlan wa sahlan ya ramadhan". Subhanallah. Ramadhan menjadi tamu yang sangat istimewah sehingga semua orang bersuka cita menyambut kadatangannya.
Sekarang saatnya kita mengupgrade dan mengevaluasi kembali ramadhan yang telah pernah kita lalui sehingga ramadhan yang akan kita lewati, yang hanya tinggal beberapa hari ini dapat menjadi sebuah ramadhan yang memberikan kontribusi yang sangat besar untuk kehidupan kita ke depan tentunya.
Jangan kembali kita sia-siakan ramadhan tahun ini. Kita tidak pernah tau kapan ruh ni akan terpisah dari raganya, kapan malaikat jibril datang menjemput kita untuk sebuah janji yang telah kita ikrarkan dahulu bersama Allah swt.
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi". (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",
Al A'raf :173
atau agar kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang sesat dahulu?"
Al A'raf :174
Beberapa hari lagi akan memasuki ramadhan. Belum ada kata terlambat untuk sebuah kata perubahan. Kita masih ada waktu walaupun hanya untuk mengevaluasi ramadhan kita tahun kemarin dan menyempurnakannya pada ramadhan yang akan kita lalui ini. Jangan pernah kita sia-siakan lagi waktu yang masih di berikan oelh Allah swt hingga sampai dengan saat ini, sehingga hidupnya menjadi penuh makna dan dapat kita lalui dengan sempurna, dan kita memohon pada Allah swt agar diberikan kekuatan agar dapat melaui ramadhan tahun ini penuh dengan kesempurnaan. InsyaAllah. Jangan mau mejadi mendadak ramadhan.
wallahualam
Akulah Penyebab Gagalnya Dakwah
Minggu, Agustus 09, 2009Akulah Penyebab Gagalnya Dakwah
Jika berkata aku, tentulah sesuatu hal yang di tujukan kepada diri sendiri. Jika dikatakan aku lah penyebab gagalnya dakwah tentulah sesuatu hal yang harus dapat direnungi oleh diri ini sendiri. Kenapa harus aku? Bukan dia, anda, kami, kita, dan lain sebagainya. Hal itu di sebabkan karena diri ini juga butuh evaluasi. Sebuah evaluasi perbaikan-perbaikan untuk kemenangan dakwah dan kebaikan dakwah kedepan tentunya.
Aku, tentunya tidak sedikit kata-kata yang keluar tentang kegagalan, dan vonis-vonis kesalahan kepada orang lain jika mencoba kembali melihat kebelakang, pemilu 2009 yang baru saja di lalui. Berapa banyak orang yang telah aku salahkan, berapa banyak orang yang telah aku rendahkan, berapa banyak orang yang telah aku sepelekan. Astaghfirullah
Padahal jika aku mau menilik lebih jauh, siapakah sesungguhnya yang menyebabkan gagalnya dakwah ini? Apakah semua orang yang telah habis aku salahkan? Atau justru aku sendirilah yang telah menjadi sumber dari kekalahan semua ini.
Aku terlalu sering melihat orang lain, sehingga aku menjadi lupa dengan diri ku sendiri, aku merasa bahwa diriku sudah lebih baik dari mereka, diriku sudah lebih paham dari mereka, dan diriku ini adalah segala-galanya. Naudzubillah ya Allah
Akulah penyebab gagalnya dakwah. Aku sering menyalahkan mereka karena kemenangan yang tak dapat diraih karena ini dan itu, padahal akulah yang salah, akulah yang salah dalam menata pola fikir kemenangan dakwah dalam benakku. Bukankah kemenangan dakwah itu hanyalah dari sisi Allah swt bukan dari makhluk-makhluknya “Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Al-Anfal (8): 10).”Lalu pantaskah aku menjatuh vonis-vonis orang yang telah ikhlas berjuang tersebut???
Akulah penyebab gagalnya dakwah. Aku sering lalai dengan banyaknya kader yang ada saat ini, sehingga terfikir bahwa tanpa adanya aku dakwah ini akan tetap berjalan. Aku sering lupa dengan perjuangan-perjuangan masa lalu dimana dahulu gerakan dakwah ini mengalami tekanan yang sangat berat, sehingga sangat sedikit sekali waktu untuk mensyukuri gerakan dakwah saat ini. “Dan ingatlah ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Makkah), kamu takut orang-orang akan menculik kamu, maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur. (Al-Anfal (8): 26).” Astaghfirullah…
Akulah penyebab gagalnya dakwah. Aku sering sekali menyalahkan mereka dengan sebutan-sebutan eksklusif, tidak bergaul, dan sebagainya sehingga menjadi penghambat dalam dakwah. Lalu bagaimana dengan diriku? Bagaimana ukhuwahku dengan teman seliqo ku yang serring terjadi benturan dan gesekan dalam menjalankan amanah dakwah ini, bagaimana ukhuwah di sekitar rumahku, bagaimana ukhuwah dengan masyarakat yang berinteraksi dengan diriku, dan bagaimanakah ukhuwah ku dengan orang-orang yang kusalahkan tadi? Apakah sudah keperbaiki? Apakah sudah ku jalin kembali? “Oleh sebab itu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesamamu; dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu adalah orang-orang yang beriman. (Al-Anfal (8): 1)”. Astaghfirullah…
Akulah penyebab gagalnya dakwah. Aku sering menyalahkan mereka yang telah di berikan sebuah amanah, amanah apapun itu, amanah kursi, amanah jabatan,dan sebagainya, dengan sebutan-sebutan tidak konsisten dah bahkan tidak amanah dengan apa yang telah diberikan. Lalu bagaimana dengan diriku saat ini? Bagaimana dengan amanah dakwah yang telah di pikulkan padaku saat ini. Apakah amanah ini telah kujalankan untuk ketinggian dakwah dan kemaslahatan ummat? “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad) dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui. (Al-Anfal (8): 27)”. Astaghfirullah…
Akulah penyebab gagalnya dakwah. Aku sering menyalahkan dengan begitu banyaknya kader tapi sangat sedikit sekali yang bisa memahami dan menancapkan tarbiyah ini di hatinya, sehingga tak jarang saat ini banyak sekali kader-kader yang begitu bisa merenungi makna tarbiyah sesungguhnya. Lalu bagaimanakah dengan diriku yang selalu menyalahkan ini? Sudahkan aku memelihara kehangatan pelukan tarbiyah ini terutama tarbiyah ruhiyyah imaniyyah agar aku selalu terhindar dari fitnah dunia ini dan mencapai derajat takwa di sisi Allah swt dengan semua kenikmatan-kenikmatan yang telah di karunia di dunia? “Dan ketahuilah, bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah-lah pahala yang besar. Hai orang-orang beriman, jika kamu bertaqwa kepada Allah, Kami akan memberikan kepadamu Furqaan (kemampuan membedakan antara yang haq dan yang bathil) dan Kami akan jauhkan dirimu dari kesalahan-kesalahanmu, dan mengampuni (dosa-dosa) mu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (Al-Anfal (8): 28-29).” Astahfirullah…
Ya Allah, begitu banyak hal yang telah ku perbuat. Aku terlalu sering memaknai kemenangan ini dengan perspektif materi duniawi, sehingga aku lupa memandang bahwa perjuangan dakwah ini, perjuangan setiap peluh kader-kader dakwah ini dengan pandangan imam dan perspektif Al Quran. Kitab Allah menegaskan bahwa hakikat al-fauz al-azhim adalah tatkala kita telah melakukan tahqiqul iman (realisasi iman) dan tahqiqul jihad fi sabilillah (realisasi jihad) sehingga kita meraih ridha Allah swt yang terwujud dalam ampunan-Nya dan surga dengan segala kenikmatannya.
“Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam jannah 'Adn. Itulah keberuntungan yang besar. (As-Shaf (61): 10-12).”
"Dzalikal fauzul 'azhim" "itulah keberuntungan yang besar" "itulah kesuksesan besar". Benar, dan betapa beruntungnya mereka, karena memperoleh kemenangan yang dinyatakan besar oleh Yang Maha Besar. Astaghfirullah, ternyata aku telah salah dalam memaknai kemenangan ini ya Allah.
Sungguh penyakit syubhat dan syahwat telah menggerogotiku ya Allah… Syubhat karena ketidak jelasan fikiran dalam menangkap dan memahami obyek permasalahan dan syahwat karena subyektifitas diri dalam menangkap dan menyikapi permasalahan. ”Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya (QS. Al Ahzab: 32)” inilah penyakit syahwatku. ”Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakitnya; (QS. Al Baqarah: 10)”. ”Dan Adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, Maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) (QS. At Taubah: 125).” Inilah penyakit syubhat ku. Astaghfirullah...
Cukup sudah rasanya. Terlalu banyak hati ini menyalahkan orang-orang yang ikhlas berjuang di jalan Allah swt. Terlalu banyak hati ini memandang dan mengoreksi orang lain sehingga lupa untuk mengoreksi diri sendiri. Astaghfirullah. Padahal sesungguhnya kegagalan dakwah saat ini adalah aku penyebabnya. Akulah penyebab gagalnya dakwah. Padahal sesungguhnya tidak ada kegagalan dalam dakwah ini, tapi hanya ada kesuksesan yang tertunda. Astaghfirullah.
Aku sendirilah sebenarnya yang menggagalkan sehingga timbulnya kegagalan dalam dakwah itu sendiri. Astaghfirullah. Pada Mu hamba ini memohon ampun ya Allah, atas maksiat yang telah hamba lakukan di dalam hati ini....
Akulah penyebab gagalnya dakwah....
Semoga evaluasi yang kulakukan pada hari ini melahirkan poin-poin positif yang telah aku capai saat ini agar dapat aku tingkatkan di kemudian hari, sekaligus menyimpulkan kekurangan dan kesalahan yang aku lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja untuk kemudian harus aku perbaiki di masa yang akan dating. Aku berdoa pada Allah swt “Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir (Ali 'Imran (3): 147)”. InsyaAllah aku dapat mengambil syiar para huffazh Al-Quran di masa Nabi SAW "Jangan sampai musibah datang karena kami" atau "Jangan-jangan musibah ini datang karena sebab perbuatan kami."
Satu hal yang harus aku tanamkan, bahwa evaluasi ini aku lakukan bukanlah untuk sebuah sikap pesimis, futur, bahkan tidak mau berkontribusi lagi didalam dakwah ini, tetapi untuk melahirkan sebuah sikap optimis bagi diriku dan juga orang-orang yang berada di sekelilingku dalam menatap masa depan serta memompa semangat mereka untuk berkontribusi kembali dalam medan jihad dan dakwah selanjutnya yang memang tidak akan pernah henti. Pada saat pasukan kaum muslimin yang dipimpin oleh Khalid bin Walid kembali dari perang Mu'tah, sebagian kaum muslimin mengejek mereka dengan mengatakan: "Wahai orang yang melarikan diri, kalian telah lari dari jalan Allah..!" Mendengar sikap demoralisasi hebat ini, Rasulullah saw bersabda: "Mereka bukanlah orang-orang yang melarikan diri, tetapi mereka adalah orang-orang yang pulang untuk berangkat lagi insya Allah .." (Al-Bidayah Wan-Nihayah, Ibnu Katsir 4/283).” Allahuakbar.
Aku adalah orang yang menyebabkan kegagalan pada dakwah ini, tapi saat ini aku siap, aku siap menjadi orang pertama yang berjuang untuk memenangkan dakwah ini. Aku di turunkan ke dunia ini bukanlah untuk memberikan kesukaran pada dakwah ini, bukan orang yang harus menjadi beban pada dakwah ini, tapi aku di turunkan ke dunia ini adalah untuk memberikan kemudahan, untuk memberikan kelapangan pada dakwah ini. InsyaAllah, Allahuakbar.Amiiinnn….
Yang kudapatkan dari TARBIYAH
Selasa, Juni 30, 2009Menyatukan hati-hati yang berbeda
Mengumpulkan jiwa-jiwa perindu surga
Membuat ada yang tidak pernah terbayangkan untuk ada
Mengukir cinta disetiap dzikir pelepas dahaga
Menanamkan zuhud untuk para pecinta dunia
Membenamkan nafsu disetiap pertemuannya
Mengukir sejarah dengan tintanya
.........
Tak akan pernah dapat kusimpulkan
Tak akan pernah dapat kuceritakan
Tak akan pernah dapat kukumpulkan
.........
Tarbiyah ini bukan segala-galanya
Tapi tanpa tarbiyah tidak akan pernah ada segala-galanya
.........
Dengan tarbiyah aku hidup
Situs quranterjemah.com (Beda!!)
Senin, Juni 29, 2009Alhamdulillah telah hadir sebuah situs Al Quran Online dengan nama quranterjemah.com untuk ikut menyemarakkan syiar islam di dunia maya ini.
Berikut kelebihan-keleiban situs quranterjemah.com :
1. Kata kunci bisa berupa kalimat seperti di google. Kalo misalkan kata yang kamu cari g ada, dia bakalan nyari kata yang terdekat.
2. Bisa nyari kata yang case sensitive. fasilitas ini berguna kalo misalkan kamu mau nyari kata seperti : "Dia", "Aku","Nya". kata itu kalo kamu cari di situs-situs akan dianggap sama dengan "dia","aku","nya", padahal kan maksudnya jelas-jelas beda...
3. Bisa menampilkan beberapa ayat Al Quran sekaligus yang tidak berurutan.
misal: Al Baqarah:1,23,45,286
4. Quranterjemah.com tidak hanya menyediakan arti dari Al Quran tetapi juga menyediakan tafsir al quran sesuai dengan standart DEPAG
5. Untuk yang mau membaca Al Quran sekaligus mendengarkan murattalnya, di situs ini disediakan murattal di setiap ayatnya dan juga yang hanya mau mendengarkan murattalnya saja juga disediakan halaman khusus untuk murattal.
6. Dan yang paling penting, kita g perlu lagi install al quran di HP karena situs quranterjemah.com bisa di akses melalui opera mini.
Inilah fasilitas-fasilitas yang quranterjemah.com punya. InsyaAllah bermanfaat dan kita lebih bersemangat lagi dalam membaca dan mendengarkan Al Quran. Situs ini masih jauh dari sempurna. Jika ada kritik dan saran silahkan di emailkan ke email :
haekal.ahmad@gmail.com ( e-mail / facebook )
Semoga bermanfaat. Jazakallah
Dengan Iman Aku Bisa Hidup
Sabtu, Juni 20, 2009Dengan iman ku bisa hidup, sebuah refleksi kehidupan wujud cinta kepada Sang Pecinta.
Hanya kesengsaraan yang ada disaat hati penuh dengan kegersangan tatkala kekeringan iman.
Hidup terombang-ambing dalam kegelisahan, kegundahan, kecemasan, apa yang nanti akan dipertanggungjawabkan?
Kesempitan akan selalu dirasakan walau berada pada sebuah tanah lapang yang sangat luas. Menyesakkan dada, mengkaburkan mata, memecah paru-paru kehidupan dunia.
waman a'radha 'an dzikrii fa-inna lahu ma'iisyatan dhankaan wanahsyuruhu yawma alqiyaamati a'maan
[20:124] Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".
Tidak akan pernah ada yang dapat membahagiakannya dari kesedihan, menenangkannya dari kegelisahan, melapangkannya dari kesempitan, meluruskannya dari ketersesatan, sebuah tangis pada senyuman, dan cinta dari kebencian kecuali iman, kecuali iman, iman kepada Allah swt. Asyhaduallailahaillallah.
Begitu banyak orang-orang yang tidak memiliki ini menempuh jalan-jalan yang membunuh setiap kehidupan, membakar setiap cinta, merambah jiwa-jiwa kekosongan, dan mengubur setiap kemuliaan.
wanuqallibu af-idatahum wa-abshaarahum kamaa lam yu/minuu bihi awwala marratin wanadzaruhum fii thughyaanihim ya'mahuuna
[6:110] Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (Al Quraan) pada permulaannya, dan Kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat.
Telah tiba saatnya kita tanamkan dalam diri kita, dalam hati kita, dalam jiwa-jiwa perindu surga sebuah kehidupan, sebuah kehidupan yang akan membawa pada kebahagiaan, sebuah kehidupan yang akan membawa pada senyuman, sebuah kehidupan yang akan memberikan cinta sampai dengan akhir zaman.
Saatnya seluruh dunia mengatakan "Tiada Illah selain Allah swt".
Seorang pecinta bersama tinta dakwahnya "La Tahzan" Aidh Al-Qarni mengatakan bahwa kalimat ini telah membuktikan banyak hal, menyadarkan akal bahwa berhala-berhala itu takahyul belaka,kekafiran itu sumber petaka, pembangkangan itu dusta, para rasul itu benar adanya, dan Allah swt benar Sang Pemilik Kerajaan bumi dan langit-segala puji bagi Sang Pecinta dan Dia sungguh-sungguh Maha Kuasa atas segala sesuatu-.
Ibarat mawar yang harummya semerbak yang dapat membuat terbang berkhayal menuju surga bersama bidadari-bidadari yang telah menanti. Mawar ini mempunyai kesemerbakan harumnya adalah atas usaha cinta kita, bagaimana selalu menjaganya di saat dingin, menyiram dan memupuknya di saat kering. Sebesar apa cinta yang kita diberikan pada mawar tersebut maka akan sebesar itu pula lah semerbak harumnya mawar membahagiakan jiwa yang mencintainya.
Begitupun iman kita hari ini kepada Sang Pecinta, sebesar apa cinta yang telah kita berikan pada Sang Pecinta, sebesar apa cinta yang telah kita berikan pada Sang Pecinta, maka sebatas itulah
kebahagiaan, senyuman, ketentraman, kesejukan, ketenangan, kedamaian yang kita punya,yang kita dapatkan.
man 'amila shaalihan min dzakarin aw untsaa wahuwa mu/minun falanuhyiyannahu hayaatan thayyibatan walanajziyannahum ajrahum bi-ahsani maa kaanuu ya'maluuna
[16:97] Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
Seorang pecinta calon penghuni surga Aidh Al-Qarni menyatakan maksud kehidupan yang baik (hayatan thaiyyibah) dalam ayat cinta ini adalah ketenangan jiwa mereka dikarenakan janji baik Rabb mereka, keteguhan hati mereka dalam mencintai zat yang menciptakan mereka, kesucian nurani mereka dari unsur-unsur penyimpangan iman, ketenangan mereka dalam menghadapi setiap kenyataan hidup, kerelaan hati mereka dalam menerima dan menjalani ketentuan Allah swt, dan keikhlasan mereka dalam menerima takdir. Dan itu semua adalah karena mereka benar-benar yakin dan tulus menerima bahwa Allah adalah Rabb mereka, islam agama mereka, dan Muhammad adalah nabi dan Rasul yang di utus Allah swt untuk mereka.
Sebuah pertanyaan tertancap didalam hati "apakah saat ini aku telah menjadikan keimanan sebagai kehidupanku?"
Sebuah pertanyaan instropeksi diri atas perginya cinta selama ini dari kehidupanku, perginya cinta dalam setiap hela nafasku, perginya cinta dalam setiap kesedihanku, perginya cinta dalam setiap kegelisahanku.
Aku merasa aku hidup tapi sesungguhnya aku mati, aku merasa ku bernafas tapi sesungguhnya paru-paru ku kosong, aku merasa jantungku berdetak tapi sesungguhnya hampa.
Sungguh hanya dengan iman aku bisa merasakan kehidupan, hanya dengan iman aku bisa mnerasakan nafas cinta yang selalu masuk kedalam paru-paru ku, hanya dengan iman aku bisa merasakan setiap getaran pelukan pada detak jantungku.
Sudah hidupkah kita???
Pengumuman hasil ujian tahap pertama D1 Bea Cukai Crash Program
Kamis, Juni 11, 2009Penerimaan Mahasiswa Baru Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Program Diploma III dan I Keuangan Tahun Akademik 2009/2010
Selasa, Juni 09, 2009STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara)
Rabu, Mei 27, 2009Mahasiswa STSN merupakan mahasiswa ikatan dinas (dari umum) dan mahasiswa tugas belajar (PNS/TNI/POLRI). Mahasiswa ikatan dinas yang telah menyelesaikan pendidikan selanjutnya diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil di lingkungan Lembaga Sandi Negara Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan dan peraturan yang berlaku.
STSN didirikan berdasarkan surat Mendiknas tanggal 17 Januari 2002, dan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2003 tanggal 17 April 2003 tentang Pendirian Sekolah Tinggi Sandi Negara. Sekolah Tinggi Sandi Negara merupakan peningkatan status dari Akademi Sandi Negara (Aksara) atau Pendidikan Ahli Madya Sandi (PAMS).
Program Studi
STSN menerapkan pendidikan dengan sistem paket yang dinyatakan dalam satuan kredit semester (SKS). Beban studi yang harus diselesaikan adalah 146 SKS dan ditempuh selama 4 Tahun.- Manajemen Persandian
- Teknik Persandian
- Teknik Kripto
- Teknik Rancang Bangun Peralatan Sandi
STSN menyelenggarakan pendidikan professional dalam bidang persandian dengan jenjang Diploma IV. STSN mewajibkan mahasiswanya tinggal di asrama selama mengikuti pendidikan dengan wajib mematuhi peraturan kehidupan mahasiswa dan peraturan urusan dinas dalam. Kegiatan pendidikan meliputi bidang akademik dan bidang pengasuhan yang diselenggarakan secara seimbang, berkesinambungan dan saling mendukung dengan berpedoman pada tujuan pendidikan. Pendidikan dilaksanakan dengan sistem paket dimana evaluasi pendidikan dilaksanakan setiap semester melalui Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS), dimana setiap semester digunakan sistem gugur.
Applied Cryptography Research Group (disingkat ACRG) adalah sebuah kelompok penelitian yang bertujuan untuk menghasilkan produk-produk berdasarkan kriptografi. Kelompok ini didirikan di Sekolah Tinggi Sandi Negara, Ciseeng, Bogor pada Mei 2006. Sementara ini anggota kelompok terdiri atas beberapa dosen, mahasiswa dan karyawan Sekolah Tinggi Sandi Negara (STSN).
ACRG telah mengadakan pertemuan untuk pertama kalinya dan menghasilkan kesimpulan untuk mengerjakan dua proyek, yaitu Implementasi Public Key Infrastructure dan Pengembangan Cryptography Embeded System.
A. PERSYARATAN POKOK / UMUM
- Warga Negara Indonesia.
- Sanggup bekerja pada bidang Persandian.
- Berkelakuan baik yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari POLRI.
- Berbadan sehat dan tidak buta warna yang dinyatakan dengan Surat Keterangan Sehat dari Dokter Pemerintah atau Puskesmas.
- Lulus tes Akademik, Psiko, Kebugaran, Kesehatan (antara lain tes bebas NAPZA), wawancara dan PANTUKHIR yang diselenggarakan oleh Lembaga Sandi Negara.
- Belum pernah dikeluarkan dari Sekolah Tinggi Sandi Negara.
B. PERSYARATAN KHUSUS
- Asal calon Mahasiswa :Lulusan SMA atau Madrasah Aliyah jurusan IPA dengan nilai Matematika dan Bahasa Inggris pada raport kelas tiga semester 6, minimal 7. Selain jurusan IPA tidak bisa.
- U s i a : Berusia minimal 17 tahun, dan maksimal 21 tahun per 31 Agustus pada tahun 2008
Alamat Kampus STSNJl Raya Haji Usa, Desa Putat Nutug, Ciseeng, Bogor – Jawa Barat 16330
Telp. 0251-541742
0251-541754
Fak. 0251-541720E-mail SPMB : spmb@stsn-nci.ac.id
E-mail Non SPMB : info@stsn-nci.ac.idSitus
Resmi STSN (Sekolah Tinggi Sandi Negara) :
www.stsn-nci.ac.id
Puisi Untuk Guru (Kiriman dari Malaysia)
Minggu, Mei 24, 2009guru, jika daku menconteng sesuatu pd bukumu, engkau akan memadamkannya, jika daku mengotorkan mejamu,, engkau akan membersihkanx, dan jika daku pernah menyakiti hatimu, daku berharap engkau akan memaafkan kesalahanku
guru,
engkau ibarat cahaya yg menerangi kegelapan, daku ibarat kegelapan yg memerlukn cahaya itu
guru,
mungkin pelbagai persoalan yg bermain dlm fikiranmu, mengapakah muridku bersifat seperti itu.
guru, lihatlah sebuah mangga yg berkulit kuning dan cerah, warnanya sungguh memikat hati, namun terdapat di sebalik warna yg cerah itu, terdapat kecacatan dan tanda hitam di dalamnya.
guru,
cubalah lihat awan di luar sana, ia kelihatan cerah berwarna putih, namun malang tidak berbau, ia kelihatan gelap dan bewarna hitam pd suatu ketika, pelbagai karenah manusia ketika itu, ada yg ketakutan, ada yg kegembiraan, warna hitam itu tidak akan hilang melainkan awan-awan itu bersatupadu lalu turunlah hujan yg membawa berkat.
guru,
daku ibarat sebuah kenderaan, daku tidak bergerak tanpa pimpinan seorang pemandu, kalau pemimpin itu seorang pemandu yg busuk hatinya, maka daku bergerak melanggar peraturan di jalan raya, dan kalaulah pemandu itu seorang yang mulia hatinya, maka daku berjalan dengan penuh berdisiplin
guru,
apa yg nak ku sampaikan adalah daku memerlukan bimbingan dan pimpinan seseorang, jika aq sebuah mangga , ku berharap seseorang datang memetikku, lalu mengupas kulitku dan menghilangkan apa yg buruk di dalam isiku, lalu menjadikan daku sebagai hidangannya, jika aq awan itu, maka ku harap datang seseorang menghampiri aq, lalu wujudlah ikatan persaudaraan dan perpaduan, di dalamnya wujudlah saling bantu membantu saling maaf memaafkan dan saling nasihat-menasihati, maka terbinalah insan yg berjasa kepada insan yang lain.
guru,
jika aq sebatang pohon, ku harap didikan dan bimbinganmu ialah air, doamu cahaya matahari, keampunanmu tanah yg subur, dan restumu udara yg segar.
akhir kata, doakanlah aq selalu agar daku menjadi pelajarmu yg soleh, selamat dan berjaya di dunia dan di akhirat...
Semoga dapat mencerahkan kita semua. Raihanatu Qolbi-23 Mei 2009
Penerimaan STPN 2009/2010
Rabu, Mei 20, 2009Program Diploma I Pengukuran dan Pemetaan Kadastral Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (DI PPK-STPN) didisain untuk menghasilkan tenaga pengukuran dan pemetaan kadastral yang handal. Tenaga dimaksud sangat dibutuhkan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan pendaftaran tanah yang dilaksanakan di Indonesia. Penyelenggaraan Program DI PPK STPN didasarkan pada SK Menteri Negara Agraria/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 12 Tahun 1996 dan Surat Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 1924/D/T/1997. Pengalaman panjang penyelenggaraan pendidikan Program DI PPK tersebut semakin memantapkan STPN berkomitmen menghasilkan tenaga pengukuran dan pemetaan kadastral yang berkualitas.
Syarat pendaftara : silahkan Klik
Formulir pendaftaran : silahkan Klik
Semoga bermanfaat. Selamat berjuang
Tukaran Link
Minggu, Mei 17, 2009Akhwat Zone
Link
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Apakabar ikhwan akhwat fillah semua? InsyaAllah selalu dalam lindungan Allah swt. Amiiin.
Tempat ini di khususkan bagi ikhwan dan akhwat semua yang mau tukar-tukaran link. Semoga dengan adanya tempat khusus ini silaturahmi di antara kita lebih terjaga dan mendapatkan keridhaan di sisi Allah swt. Amiin...
Keep spirit, smile, and istikomah. Salam ukhuwah, Luar biasa, Allhuakbar
Poligami Untuk Calon Istriku - Menunggu Disayup Rindu 5
Jumat, Mei 15, 2009Menunggu disayup rindu, sepercik perjalanan cintaku menuju cinta yg penuh syahdu dikala merindu, membuatku terbang bersama bintang meraih cinta yg tak pernah terbayang. Sang Pecinta...
Calon istriku yang akan segera datang menyempurnakan setengah dien ku, hati ini semakin merindu akan kehadiran wajah sayup mu di dalam hatiku, air matamu didalam sujudku, senyummu didalam tangisku, cinta pada Rabb mu hiasi kehidupan ku.
Calon istriku yang akan segera penuhi setiap tawaku, aku tau dengan kekuranganku, aku tau denggan kekhilafanku, aku tau dengan kemunafikanku, aku tau dengan kelalaian ku, aku tau dengan semua perangai syaitan yang hinggap dalam ubun-ubunku yang akan selalu menghiasi nafsuku untuk menjauh dari cinta Rabb ku dan Rabb mu, dan saat ini akhirnya aku tau kaulah pilihan Allah swt akan selalu setia menemani setiap jalan dakwahku, yang akan selalu setia mengokohkan keimananku karena kesolehanmu, karena keimananmu, karena kecintaan mu pada Rabb mu dan Rabb ku yang akan menguatkan pilar-pilar hati untuk menggapai cinta Illahi dalam kehidupanku.
Calon istriku yang akan segera datang, sungguh tak ada keraguan di dalam hatiku akan kehadiran dirimu dalam kehidupanku, yang akan menemani setiap desahan nafas dalam qolbuku, yang akan menemani setiap tetes air mata dalam sujudku, bolehkah aku yang lemah ini ketika nanti, ta'aruf telah mempertemukan kita, aku ingin mengajukan sebuah pertanyaan yang akan menjadi pegangan bagi ku dalam mengarungi samudra cinta kepada Rabbi kita nantinya?
Sungguh, aku tidak ragu dengan kesholehanmu, aku tidak ragu dengan keimananmu, aku tidak ragu dengan kecintaanmu pada Rabb mu dan Rabb ku, tapi aku hanya ingin bertanya apa yang selalu menjadi pertanyaan di dalam hatiku, “Bagaimanakah pendapatmu jika aku yang lemah ini nantinya Allah swt berkenan mengijinkanku untuk POLIGAMI wahai calon istriku yang menunggu disayup rindu?”.
Sekali lagi hati yang lemah ini bertanya kepadamu, “Bagaimanakah pendapatmu jika aku nantinya diberikan ijin oleh Allah swt untuk POLIGAMI calon istriku?”
Aku tau calon istriku, ketika kau mendengarnya, hatimu yang lembut akan terenyuh serasa dunia ini akan hilang dalam kehidupanmu, serasa kau melepaskan seluruh hijab ditubuhmu hingga kau benci dengan dirimu, serasa Allah swt telah pergi jauh meninggalkanmu karena pertanyaanku, tapi calon istriku yang akan segera datang menemani setiap langkah keimananku pahamilah , apapun jawabanmu, itulah yang akan menjadi pegangan bagi ku dalam mengarungi samudra kehidupan ini nantinya.
"Tapi kenapa ini yang kau pertanyakan? Maghligai rumah tangga saja belum kita arungi, indahnya kebersamaan belum kita jalani, saling mengisi didalam perjalanan kehidupan belum kita lakukan, kenapa ini yang kau pertanyakan yang membuat hatiku hancur berkeping-keping ingin melepaskan diri dari genggaman ta'aruf yang akan segera di ikat dengan pernikahan ini?"
Sungguh aku tau, akan ada beribu pertanyaan yang akan menggerogoti pikiranmu dengan pertanyaanku yang telah merobohkan hijabmu, ketika ta’aruf tlah menyelimuti kita nantinya.
Calon istriku yang akan segera hadir, yang menunggu disayup rindu disetiap tahajud bersama air mata kelembutanmu. Tidak ada maksud hati ku untuk menghancurkan hatimu, kehidupanmu, hijabmu, nafasmu dalam indahnya ikatan pernikahan nantinya. Calon istriku pahamilah aku hanya meminta pendapat dari bibir indahmu, dari ketulusan hatimu, dari keikhlasan cintamu, dari kelembutan imam mu yang nantinya akan menjadi pegangan bagiku, yang akan menjadi pengokoh iman bagiku dari setiap kalimat, setiap kata, setiap huruf yang akan menjadi jawabanmu dari pertanyaan ku nantinya.
Calon istriku yang akan segera hadir menemani setiap tawa dalam kehidupanku, jika ku pandangi ayat ini,
wa-in khiftum allaa tuqsithuu fii alyataamaa fainkihuu maa thaaba lakum mina alnnisaa-i matsnaa watsulaatsa warubaa'a fa-in khiftum allaa ta'diluu fawaahidatan aw maa malakat aymaanukum dzaalika adnaa allaa ta'uuluu
[4:3] Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.
Sungguh, betapa munafiknya diriku, betapa naifnya diriku yang tidak sadar dengan keimananku, yang tidak sadar dengan ketaatanku, yang tidak sadar dengan tidak adilan diriku, yang hanya ingin memenuhi nafsuku dengan dunia yang tidak akan pernah bisa menyelamatkankuNaudzubillah ya Allah.
Tapi calon istriku aku tertegun jika kubaca, kupandangi, kupahami ayat-ayat berikutnya yang memberikanku sebuah arti,
walan tastathii'uu an ta'diluu bayna alnnisaa-i walaw harashtum falaa tamiiluu kulla almayli fatadzaruuhaa kaalmu'allaqati wa-in tushlihuu watattaquu fa-inna allaaha kaana ghafuuran rahiimaan
[4:129] Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara isteri-isteri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Sungguh, menguatkan keimananku, mengokohkan ketaatanku, memberikan pemahaman cinta yang sesungguhnya kepadaku didalam samudra kehidupan setelah ta'aruf nantinya yang akan berujung pada maghligai pernikahan nantinya.
Pahamilah calon istriku aku hanya ingin menguatkan pilar keimananku, menguatkan pilar ketaatanku, mengautakan pilar amanah yang telah dibebankan Rabbi kepadaku dengan memaknai, dengan memahami arti cinta sesungguhnya untuk apa kita menjalani maghligai pernikahan nantinya.
Aku tidak ingin setelah pernikahan menyelimuti keindahan dunia kita berdua nantinya, membuatku menjadi lemah, membuatku menjadi lengah, membuatku menjadi lupa, membuatku menjadi hina, membuatku menjadi terlunta-lunta, membuatku menjadi kufur karena nikmat dunia seperti para mujahid dan mujahidah yang pada hari ini kebanyakan dari mereka justru hilang didalam maghligai pernikahan, yang lemah oleh cinta kepada dunia dimana ketika panggilan jihad memanggilnya justru mereka takut meninggalkan istri-istri mereka sendirian dirumah, justru mereka lemah disaat melihat wajah sendu istri-istri mereka disaat akan pergi ditinggal para suaminya untuk berjihad, justru para istri lebih senang suami mereka dirumah bersenang-senang dengan mereka dari pada harus keluar rumah untuk berjihad, justru para istri menangis ketika akan ditinggal pergi suaminya berjihad dikeheningan malam, yang justru setelah maghligai pernikahan mereka menghilang karena ingin menikmati indahnya cinta dunia didalam maghligai pernikahan dari pada menjalankan amanah Rabbi yang masih dipikulkan dipundak-pundak mereka, sehingga tidak sedikit dari mereka memilih dirumah bersama istri-istri mereka disaat para mujahid lainnya berjuang, berjihad ditengah keheningan malam, ditengah hujan dan kilat yang menyambar, ditengah dinginnya angin malam yang menusuk setiap peru-paru dengan nafas dzikir yang selalu melindungi mereka.
Pahamilah calon istriku, aku tidak mau seperti mereka, aku tidak mau lemah dengan pernikahanku, aku tidak mau lengah dengan kelembutanmu, aku tidak mau terlena dengan wajah sayup mu yang akan selalu menggoda dalam setiap nafsuku, aku tidak mau terjebak pada
yaa ayyuhaa alladziina aamanuu inna min azwaajikum wa-awlaadikum 'aduwwan lakum faihtsaruuhum wa-in ta'fuu watashfahuu wataghfiruu fa-inna allaaha ghafuurun rahiimun
[64:14] Hai orang-orang mu'min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
tapi aku ingin pernikahan adalah menjadi penguat dalam imanku, pengingat dalam ketaatanku, pembela disaat lemahku, pembunuh setiap nafsuku, penghancur dinding syahwatku, penenang disaat gundahku, pengokoh cintaku kepada Rab ku dan Rab mu, seperti sahabat Rasulullah saw, Abu Hanzalah bin Ar Rabie yang syahid ketika baru saja melewati malam pertamanya sehingga Rasulullah SAW pun melihat mayat Hanzalah dimandikan oleh para malaikat sebagaimanamana tercantum dalam sabdanya: “Aku melihat diantara langit dan bumi para malaikat memandikan mayat Hanzalah dengan air dari awan di dalam bejana perak.”, padahal ia adalah orang yang dikecualikan untuk ikut berperang oleh Rasulullah saw karena baru saja merayakan pernikahannya. Tapi ketika panggilan jihad memanggilanya maka dengan cepatnya beliau berangkat sehingga beliau lupa untuk mandi junub. Salah seorang dari mereka, Abu Said Saidi lalu pergi melihat mayat Hanzalah. Wajah Hanzalah kelihatan tenang. Dari rambutnya kelihatan titisan air berlinangan turun. Sungguh beruntung Hanzalah mendapat layanan yang begitu istimewa dari malaikat..dan aku menginginkan dirimu adalah teman, adalah nafas, adalah pengokoh dalam dakwah dah jihadkun seperti Khadijah ra, orang yang pertamakali menyokong dan mendukung dakwah Rasulullah saw.
Calon istriku yang bersembunyi dan terjaga oleh hijab dari Illahi, inilah yang meneguhkan hatiku untuk bertanya POLIGAMI padamu. Agar, bukan hanya dirimu tapi juga diriku dapat memahami arti cinta yang sesungguhnya, dapat memahami arti ikatan pernikahan yang diridhoi-Nya, dapat memahami kekuatan keimanan dalam menapaki setiap jalan yang telah diamanahkan-Nya kepada kita berdua nantinya.
Sungguh calon istriku yang merindu disetiap tahajudmu, jujur aku tidak akan menduakanmu, aku tidak akan memPOLIGAMI dirimu, aku tidak akan memadu setiap tetes air mata yang telah kau keluarkan disetiap tahajudmu dalam penantian diriku, jika Rabbku dan Rabbmu tidak mengijinkannya, karena dialah yang lebih tau dengan keadaanku dan keadaan dirimu setelah ikatan ini terjalin nantinya.
Sungguh ini hanyalah sebuah pertanyaan yang nantinya akan menjadi pegangan bagi diriku dalam mengarungi samudra pernikahan nantinya yang akan dapat meneguhkan keimananku, menjaga ketaatanku, menetapkan kekhusuanku dari setiap kalimat, dari setiap kata, dari setiap huruf yang akan menjadi jawabanmu, dan bukan sebagai perisai bagiku jika harus mengikuti nafsu duniaku untuk mempoligami dirimu nantinya.
Calon istriku yang akan segera datang, yang menunggu disayup rindu bersama tetesan air mata kelembutan disetiap tahajud bersama sujud pengaharapan akan kehadiran diriku. Kuharap kau tidak terjebak dengan pertanyaanku, aku hanya mengharapkan kejujuran cintamu, ketulusan cintamu, kebeningan cinta yang ada di dalam hatimu dalam menjawab pertanyaanku.
Calon istriku yang akan segera datang dalan kehidupanku, aku tidak akan meninggalkanmu apapun jawaban yang kau berikan kepadaku walaupun nantinya jawabanmu tidak sesuai dengan harapanku ketika ta’aruf telah mempertemukan kita nantinya, karena kaulah yang terbaik yang telah diberikan Allah swt kepadaku dan karena yang akan menjadi penentu dalam setiap keputusanku adalah sujud disetiap istikharahku, air mata disetiap tahajudku.
Calon istriku yang akan segera hadir, yang menunggu disayup rindu berikanlah aku jawaban terbaikmu, datanglah segera dalam setiap tahajudku, dalam setiap tangis keimananku, karena akupun menunggu disayup rindu akan kehadiran dirimu.
Undang-undang Pornografi Dari Papua
Rabu, April 29, 2009UU Pornografi. Berbicara masalah ini tidak akan pernah jauh dari kontroversi. Ada yg pro dan ada yg kontra. Mereka yang kontra adalah orang-orang yang mengatas namakan dirinya sebagai gerakan bebas berekspresi dan cinta terhadap kebudayaan. Lalu apakah mreka yg pro tidak mendukung kebebasan berkspresi? Apakah mereka tidak cinta dengan kebudayaan bangsa ini?
Jawabannya adalah justru mreka yg pro lebih mendukung kebebasan dalam brekspresi dengan syarat tidak adanya unsure pengrusakan moral anak-anak bangsa Indonesia dan juga justru mereka lebih mencintai kebudayaan bangsa ini, kenapa? Karena mereka ingin menyelamatkan budaya bangsa Indonesia yang masih asli bukan budaya yang telah bercampur dengan hal-hal yang dapat merusak moral, hal ini disebabkan budaya bangsa Indonesia saat ini telah banyak terkotori oleh budaya-budaya asing, dan budaya yang ingin di kembangkan oleh mereka-mereka yang kontra adalah budaya-budaya yang dapat merusak moral anak-anak bangsa nantinya.
Berbicara masalah budaya dan pornografi apakah itu sangat berkaitan erat, sehingga bisa di jaadikan dalil untuk pembataln UU Pornografi? Kita dapat mengambil contoh di sebuah negeri nan jauh di timur yaitu Papua. Jika kita sudah berbicara papua tentunya yang akan langsung melekat dalam pikiran kita yaitu budaya koteka dan para kaum hawa yang belum begitu mngenal pakaian sehingga mereka mengumbar sahwat dimana saja. Apakah benar demikian adanya?
Sangat menarik ketika membaca majalah tarbawi edisi 200 thn 10,rabiul akhir 1430, 2 April 2009 pada rubrik Liqoat/Lebih Dekat, kita akan berkenalan dgn Ust. Mz. Fadzlan Garamatan seorang Da'i berumur 42 thn yang berdakwah di pedalaman Papua. Subhanallah sungguh sngat menakjubkan membaca setiap tulisan percakapan pihak tarbawi yg tlah berwawancara dengan beliau. Kita akan menemukan hal-hal yang selama ini tidak pernah di ekspos oleh pihak luar dan banyak hal lainnya yg tidak kita ketahui selama ini di Papua, kita menjadi mengetahuinya. Subhanallah.
Ada sebuah info yg sangat mnarik dari ustadz yang mendapatkan julukan ustadz sabun mandi ini karena beliau berdakwah pertama kali kepada masyarakat dengan mengajarkan thaharah berupa mandi dengan sabun dan sampo. Cara dakwah yang sangat unik dan subhanallah hasilnya sangat baik. Dan infonya adalah penduduk muslim di Papua berjumlah 2,5 juta jiwa dari 3,6 juta jiwa penduduk Papua. Subhanallah, ternyata di papua sudah lebih dari 50% penduduknya adalah muslim. Allahuakbar.
Kembali ke pornografi yg bisa kita ambil contoh dari Papua. Mereka orang-orang yang kontra terhadap hal tersebut mengatakan bahwa bagaimana bila UU Pornografi di jalankan? Bagaimana ddengan saudara-saudara kita d Papua yang masih menggunakan koteka dan belum mengenal pakaian? Jika kita melihat ini maka akan ada 2 (dua) sudut pandang terhadap pendapat tersebut :
· Sudut pandang yg pertama yaitu mereka menganggap bahwa rakyat papua tidak akan dapat meninggalkan koteka dan dapat berpakain dengan baik. Sehingga mereka harus memperjuangkan rakyat papua yang selalu menggunakan koteka dan masyarakatnya yang belum dapat berpakaian dengan baik dari jeratan UU Pornografi yang nantinya menuntut rakyat papua harus meninggalkan koteka dan dapat berpakaian lebih baik dari pada saat ini. Apakah rakyat papua setuju dgn hal ini? Dan apakah benar rakyat papua tidak mau meninggalkan koteka dan mau berpakaian secara baik demi kemajuan mereka?
· Sudut pandang yang ke dua adalah mereka yang kontra tidak menginginkan adanya kemajuan di negri papua. Kenapa? Karena dari sudut pandang ini melahirkan sebuah pola pikir bahwa rakyat papua tidak akan pernah bisa maju karena masih berpegang pada koteka dan belum dapat berpakaian dengan baik. Bukankah sebuah negeri itu dikatakan maju apabila masyarakatnya sudah dapat berpakaian dengan baik? Dan UU Pornografi justru mengajak hal tersebut. Sedangkan mereka yang kontra justru menginginkan hal ini tidak ada di papua. Naudzubillah ya Allah. Apakah rakyat papua menginginkan ini?
Dari dua sudut pandang tersebut lahir 2 pertanyaan yang sama, yaitu apakah rakyat papua setuju dan menginginkan hal tersebut?
Ada sebuah informasi menarik lagi dari ustadz Fadlan Garamatan bahwa kemarin saat orang-orang sibuk dengan menentang di sahkannya UU Pornografi, justru ribuan wanita papua berdemo di bundaran HI Jakarta dengan membawa spanduk yang bertuliskan “KASIHAN DEH LU ORANG JAKARTA BARU BELAJAR TELANJANG SEKARANG”. Sebuah spanduk yg sangat menggelitik tapi mempunyai makna yang dalam dan akan mendapatkan sebuah makna bahwa siapa sih yang sebenarnya yang lebih tertinggal, lebih tidak berpendidikan, lebih terbelakang? Mereka yg di papua sana atau justru kita di sini yang baru saja belajar telanjang untuk menjadi manusia yang terbelakang,tertinggal dan tidak berpendidikan, bahkan mungkin tidak bermoral.
Dari hal tersebut dapat kata lihat bahwa apakah benar apa-apa yang di perjuangkan oleh pihak-pihak yang kontra dengan UU Pornografi sejalan dengan apa yang di perjuangkannya? Atau justru ada azas manfaat di sini untuk memuluskan langkah-langkah yang mengatakan bebas berekspresi dan cinta kebudayaan tapi justru merusak moral dan akhlak anak-anak bangsa ini?
Sekarang kita harus mulai menyadari bahwa awal permasalahan bangsa ini adalah bukan permasalahan ekonomi, kemiskinan, dll, tapi krisis yang telah melanda bangsa kita saat ini adalah krisis akhlak, krisis yg telah menjadi permasalahan utama bangsa Indonesia saat ini, dan UU Pornografi adalah salah satu jalan, salah satu langkah awal untuk memulai memperbaiki akhlak dan moral bangsa ini.
Saat ini mulailah untuk berfikir dengan menggabungkan antara hati dan otak. Jika kita dapat menggabungkannya, selamat kita telah menjadi orang yang paling berbahagia di dunia, karena kita telah menjadi orang yang dapat memahami arti dari sebuah kehidupan untuk apa adanya kehidupan ini.
Keep spirit dakwah in Papua. We Love Papua.
oleh : faguza
Penerimaan STAN D1 Bea Dan Cukai
Jumat, April 17, 2009Nih...nih... ada informasi bagi temen-temen yang baru tamat sekolah tahun kemaren atau 3 tahun sebelumnya juga bisa.heee.....
Ada penerimaan mahasiswa D1 STAN. Kalo udah ikutan dan lulus di jamin bakalan g' nyesel deh.
Kenapa g' nyesel.....
Semua taman STAN D1 Bea Dan Cukai akan langsung diangkat loh menjadi pegawai Departemen Keuangan di Direktorat Jenderal Bea Dan Cukai....Wah.....Gile Cuy......
Mau info lebih lengkap....
Download si sini
Mau info tentang STAN
Klik ini : Info STAN
Mau contoh-contoh soal STAN
Klik ini : Soal STAN 2001-2006
Oke.Selamat berjuang.Keep smile n istikomah.
Chayoooo....Semangat....
Menunggu Disayup Rindu 4
Minggu, April 12, 2009Menunggu disayup rindu, perjalanan yang masih terus berlanjut dengan semua kerikil dan badai, setia menemani untuk menghancurkan diri ini. Apakah aku masih kuat menapaki jalan ini? Atau aku harus pergi dalam kegelapan malam, mengendap-endap, meninggalkan ini semua secara diam-diam demi sebuah ketenangan?
Apakah aku sebagai manusia pilihan yang telah berjanji untuk setia kepada Allah swt sebelum datang kedunia ini (Al A'raf) sanggup menjalani ini semua karena ini tidak akan berakhir sampai cinta ini benar-benar bertemu dengan pecinta-Nya....
Apakah aku ragu dengan kekuatan ini, apakah aku ragu dengan cinta ini, apakah aku ragu dengan amanah ini?
Menunggu disayup rindu, aku tidak boleh berhenti berjalan, aku tidak boleh berhenti berdetak, aku harus terus berjuang, aku tidak boleh lemah, aku tidak boleh lengah, memperjuangankan cinta-Nya, memperjuangkan kekhalifahan yang telah diberikan kepada ku (Al Quran), memperjuangkan amanah yang twelah tegak dipundakku, Allahuakbar.
Menungu disayup rindu, aku akan selalu setia menunggu, menunggu sebuah kesetiaan, menunggu sebuah kehadiran, menunggu sebuah janji, menungu sebuah ikrar, menunggu Sang Pecinta Sejati.
Ku Kan selalu menunggu disayup rindu...
GOLPUT BUKANLAH SOLUSI
Rabu, April 01, 2009Sekarang begitu banyak orang-orang yang menyuarakan untuk GOLPUT bahkan sampai-sampai MUI (Majelis Ulama Indonesia) turun tangan dengan mengeluarkan fatwa haram terhadap GOLPUT.
Sekarang mungin kita harus dapat memahami apakah benar GOLPUT dapat menjadi sebuah solusi bagi bangsa ini? Dapat menjadi pembawa arus perubahan pada bangsa ini?
Atau justru akan semakin menjerumuskan bangsa ini ke jurang keterpurukan, lembah kesengsaraan, atau penghancuran bangsa ini menjadi bangsa sekuler, kapitalis dan liberal nantinya.Naudzubillah
Dan sangat di sayangkan sekali yang paling banyak GOLPUT di negeri berjuta pulau ini adalah umat islam, kelompok mayoritas di negeri ini yang merupakan sasaran penghancuran bagi kafir laknatullah a'laihi. Sedangkan jika kita melihat dan membuka mata kita lebar-lebar, umat lainnya sangat tenang dan tidak ada sedikitpun menyuarakan untuk GOLPUT dan kenapa hanya kita umat islam? Ini adalah sebuah pertanyan yang patut untuk dipertanyakan?
Apakah GOLPUT ini benar akan menjadi solusi demi kemajuan bangsa ini atau justru ini merupakan rancangan dari kaum kapitalis, sekuler dan liberal yang tidak senang dengan islam, yang benci dengan berkembangnya umat islam, dan yang ingin menghancurkan, memecahbelah kekuatan umat islam dengan cara menyuarakan GOLPUT sebagai solusi yang justru adalah sebagai mesin penghancur merka untuk mengahcurkan umat islam.
Mungkin kita dapat sedikit berkaca dari negeri saudara-saudara muslim kita di Turki. Bagaimana mereka dalam pemilu sebelumnya yang dimenangkan oleh orang-orang kfir laknatullah a'alaihi. Bagaimana mereka mebatasi para saudari kita untuk menutup aurat mereka, bagaimana para ummahat kita yang di paksa untuk melepaskan hijab mereka di tengah-tengan jalan. Naudzubillah ya Allah...
Al Baqarah (120) : "Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: "Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)". Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu".
Sekarang alhamdulillah pada pemilu yang baru saja berlangsung di sana saudara-saudara muslim kita di Tuki menyatukan suara mereka untuk memangkan islam, menghancurkan pemerintahan kafir laknatullah a'alaihi, dan akhirnya saat ini Turki telah di pimpin oleh saudara-saudara kita umat muslim (takbir, Allahuakbar), alhamdulillah.Telah kembalinya semua kebaikan bagi umat islam yang ada di sana. Dan alhmdulillah umat non muslim yang berada di turki tidak mempermasalahkan itu semua bahkan mereka senang dengan umat islam yang memimpin hanya saja kaum kapitalis, sekuler, dan liberal yang tidak senang dengan islam yang berusaha untuk menghancurkan pemerintahan tersebut. Seperti berita yang kemarin kita dengar bahwa adanya intelijen israel yang masuk kedalam dan ingin mengetahui rahasia-rahasia dan menghancurkan pemerintahan islam. Naudzubillah
Itulah gambaran pemilu di negeri saudara-saudara muslim kita yang berusaha memperjuangkan tegaknya kembali islam. Nah di Indonesia kita adalah umat yang sangat mayoritas. Tapi kenapa justru kita yang paling banyak GOLPUT? Apakah kita menginginkan pemerintahan seperti yang sudah di alami oleh saudara-saudara kita di Turki sebelumnya?Apakah kita pernah menyadari hal ini sebelumnya? Apakah kita benar meyakini GOLPUT akan menjadi solusi bagi peradaban kita umat islam?
GOLPUT adalah propaganda dari orang-orang yang tidak senang dengan islam seperti liberal, kapitalis, dan sekuler.
Kita bisa memandang sedikit kepada mereka yang non muslim? Adakah mereka menyuarakan untuk GOLPUT? Atau justru mereka membangun sebuah kekuatan di rumah-rumah ibadah mereka untuk menghancurkan kita umat islam dengan propaganda GOLPUT mereka padahal itu adalah propaganda kebohongan pemecah belah umat islam agar lebih mudah untuk dihancurkan.
Dan nanti setelah mereka memenangkan arena pemilu ini dan mereka yang memimpin bangsa ini, tentulah tidak dapat dibayangkan bagaimana jadinya negeri ini nantinya? Naudzubillah ya Allah.
Kemuadian apakah mereka para kaum sekuler, kapitalis dan liberal nantinya yang memimpin akan peduli dengan anda-anda yang GOLPUT, apakah mereka akan peduli dengan suara GOLPUT anda yang jelas-jelas merupakan mereka yang merancangnya?
Yang ada mereka akan menjalankan roda pemerintahan seenak hati dan perut mereka yang berujung pada pembatasan-pembatasan yang di alami oleh saudara-saudara kita di Turki sebelumnya. Naudzubillah ya Allah.
Dari sini kita dapat memgambil kesimpulan bahwa apakah GOLPUT nantinya akan dapat menjadi solusi bagi kita semua umat Islam di indonesia ini nantinya? Atau justru akan mendatang mudharat yang lebih besar nantinya. Saatnya kta mulai merenung dan memikirkan nasib umat ini. Bukan mementingkan kepantingan golongan semata apalagi pribadi kita.
Jangan pernah kita biarkan kita di pimpin oleh mereka yang cuma mementingkan nafsu mereka dan menginginkan kehancuran kita umat islam. Ayo kita memilih dan pilhlah pemimpin yang telah jelas di sebutkan ciri-cirinya oleh Rasulullah saw.
Apakah itu ada?
InsyaAllah ada.Cobalah buka mata dan hati anda lebar-lebar. Pemilu masih beberapa hari lagi. Masih ada waktu untuk mempelajari dan memahami manakah yang nantinya akan memperjuangakan kita umat islam dan lebih mementingkan kemaslahatan ummat bukan kepentingan nafsu belaka.InsyaAllah....
Ini adalah jihad kita, ini adalah peperangan kita umat islam. Jangan menyerah dan tentukan hak pilih kita umat islam. Jangan mau kita kalah, kita harus berjuang dami tegaknya islam.
Saatnya kita umat islam bersatu bukan terpecahbelah.
Saatnya kita umat islam menyamakan suara kita bukan mementingkan nafsu kita.
AYO MEMILIH DAN JANGAN GOLPUT......TAKBIR... ALLAHUAKBAR
oleh : faguza